3 Hal unik tradisi kebudayaan jepang

Orang Jepang biasanya jarang tersenyum, kaku dan terlihat sering salah tingkah. Mengetahui ada apa dibalik kebiasaan yang sering dilakukan mungkin dapat sedikit menyibak kemisteriusannya.
Kimono, sumo, sumpit dan sake adalah 4 hal yang selalu berkaitan dengan Jepang. Namun dari 4 hal tersebut 3 di antaranya banyak mempengaruhi cara hidup bangsa.

Alat makan Sumpit yang lazim digunakan pada saat makan oleh masyarakat Jepang

1. Alat makan Sumpit yang lazim digunakan pada saat makan oleh masyarakat Jepang

Namun, saat ini tradisi tersebut hanya dilakukan saat bersantap di restoran. Untuk bersantap di rumah, setiap anggota keluarga menyimpan sendiri sumpit masing-masing. Bertukar sumpit, tabu dilakukan karena dapat dianggap membawa sial. Setelah makan, sumpit tidak boleh diletakkan menyilang di atas meja karena menyimbolkan kematian. Budaya yang dipengaruhi agama Budha juga mempengaruhi pentingnya benda ini. Masyarakat Jepang selalu menyediakan semacam sesaji untuk arwah kerabatnya yang berbentuk semangkuk nasi dengan sepasang sumpit yang tertancap tegak lurus ditengah nasi. Sepintas benda ini akan berbentuk seperti kuburan dengan sumpit sebagai nisannya.

Gulat Sumo yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian tradisi bangsa Jepang

2. Gulat Sumo yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian tradisi bangsa Jepang

Terkadang muncul pertanyaan, mengapa pegulat Sumo selalu berbadan gendut dan besar? Memang, syarat utama pemain Sumo adalah laki-laki dengan struktur tulang besar, dan mampu serta mau menambah berat badannya. 2 orang petarung dianggap mewakili Dewa Gunung (Yamasachichiko) dan Dewa Lautan (Umisachichiko). Sebagai juara dia berhak memperoleh fasilitas mobil lengkap dengan bahan bakarnya selama setahun penuh (bensin sangat mahal di Jepang). Ia juga berhak memperoleh seribu jamur shiitake dan seekor sapi setiap kali makan. Selain itu, ia juga berhak mengkonsumsi minuman cola sesuka hatinya. Saat pertandingan Sumo, wanita dilarang berada di sekitar arena pertandingan.

Minuman khas Jepang - Sake - yang disajikan bersama dengan sajian Sushi

3. Minuman khas Jepang ā€“ Sake ā€“ yang disajikan bersama dengan sajian Sushi

Minuman tradisional yang terbuat dari hasil fermentasi beras hingga memiliki kadar alkohol yang disebuat Sake, harus diminum dalam cangkir yang kecil. Hal ini berkaitan dengan tradisi Jepang. Nenek moyang mereka selalu makan dengan tempat yang terbuat dari kulit kerang besar. Sedangkan kulit kerang kecil digunakan sebagai cawan air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s